LKMD (Lomba Kreasi Majalah Dinding) sudah merupakan tradisi tahunan SMASA, yang diselenggarakan oleh ekskul jurnalistik. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan 2 tahun sekali yaitu LKMD SMP dan LKMD SMA. Kali ini kita intip yuk apa aja kegiatannya di LKMD SMA tahun ini.
Kegiatan yang membutuhkan ke kretifitasan tinggi ini dilaksanakan hari Minggu, tepatnya 16 Mei 2008. Meskipun hanya oleh siswa SMASA, tapi pelaksanaannya tetap seru dan rame. Hal itu dikarenakan lomba ini diiikuti oleh sekitar 96 siswa yang terbagi dalam 16 kelompok dan tiap kelompok merupakan perwakilan masing-masing kelas X dan XI. Lomba ini wajib diikuti, kalau tidak berpartisipasi, siap-siap aja Rp.50.000,00 buat bayar denda. Memang sih, ga semua kelas ikut lomba ini. Hanya kelas XI IA 2, XI IS 1, XI IS 2, dan XI IS 3. Namun tentunya hal itu gak mengurangi antusias para peserta.Rencananya, acara ini bakal dibuka 08.00. Tapi harap dimaklumi, karena kebiasaan orang Indonesia terulang lagi, yaitu molor. Acara yang direncanakan pukul 08.00 tepat dibuka, ternyata pukul 09.00 baru dibuka oleh kepala sekolah kita tercinta. Setelah pembukaan dan sambutan dewan juri, acara dilanjutkan dengan pembacaan ketentuan-ketentuan lomba oleh panitia. Barulah pukul 10.00, lomba dimulai. Dengan sigap dan semangat 45, para peserta segera bersiap di posisi masing-masing. Ruangan yang dipakai untuk lomba adalah kelas XI IA 2, XI IA 1, dan XII IS 4. Satu kelas dibagi untuk 6 kelompok dan diberi sekat-sekat untuk menempelkan hasil karya para peserta. Peserta hanya diberikan waktu 3 jam oleh panitia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Mereka pun mulai menumpahkan kreatifitasnya ke dalam karya mereka. Untungnya, panitia memberi ketentuan 75% jadi sebelum lomba dimulai. Sehingga, para peserta bisa menyelesaikan hasil karya mereka sebelum waktu habis.Eh, ternyata hasil kerja keras mereka bagus-bagus loh. Tiap kelas mempunyai konsep dan kreatifitas yang unik dan berbeda satu sama lain. Contohnya saja kelas X.2 yang membuat konsep peta. Menurut Kritma, salah satu peserta dari kelas X.2 menuturkan bahwa timnya ingin memberikan sensasi yang berbeda dalam menampilkan idenya. “Kami sengaja membuat tulisannya tidak langsung ditempel seperti mading pada umumnya, tapi kami menggulungnya satu persatu sehingga pembaca harus membukanya terlebih dahulu. Memang agak repot, tapi menurut kami, inilah sisi seru dalam membaca mading”,ucapnya.
Tahun-tahun yang telah kita lalui bersama tidak akan berarti bila Ramadhan tidak memberikan cahayanya. Hanya satu bulan dalam setahun, kita bisa merengkuh Ramadhan yang agung. Hanya dalam waktu yang singkat itu kita seolah merasakan sentuhan kasih sayang Allah secara langsung dan lipahan ampunan-Nya. 13 September 2007 M. atau 1428 H. yang telah disepakati Ruqyah para ulama menjadi permulaan bulan suci Ramadhan. Seluruh muslim di muka bumi ini siap untuk menjalani ibadah puasa fardhu selama satu bulan penuh. Mereka akan berusaha menjalani 30 hari yang mereka rindukan itu dengan banyak beramal dan meningkatkan kualitas ibadahnya kepada Allah SWT. Kebahagiaan itu juga yang dirasakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 Blitar, khususnya siswa-siswi muslim kelas XI. Mereka diberi kesempatan untuk memperdalam ilmu agama Islam dengan mengikuti pesantren kilat di Ponpes Meftahul Ullum, Jatinom. Kegiatan yang diwajibkan untuk kelas XI ini memang sengaja di program sekolah untuk persyaratan Ebta praktek PAI pada akhir tahun pelajaran sekolah.
Pelaksanaan pesantren kilat yang berlansung selama 6 hari tersebut di bagi menjadi 2 gelombang, gelombang pertama diikuti oleh siswa-siswi dari kelas XI IA 3 sampai XI IA 7 pada tanggal 15-18 September 2007. Sedangkan gelombang kedua yang diikuti oleh siswa siswi dari kelas XI IA 1 – XI IA 2 dan XI IS 1- XI IS 3 pada tanggal 18-21 September 2007.
Pondok pesantren kilat bertujuan untuk menambah ilmu serta pengetahuan agama para siswa yang mereka peroleh sebelumnya di sekolah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membiasakan siswa-siswi agar lebih mandiri dalam mengurus diri mereka masing-masing. Banyak siswa mengaku bahwa selama tinggal di pondok Maftahul ‘Ullum ini tdak seberat bayangan mereka. Makanan untuk berbuka dan sahur selalu sudah tersedia rapi di meja makan. Kegiatan yang diberikan oleh pihak pondok pun merupakan kegiatan ringan, sehingga siswa tidak terlalu mengeluarkan banyak tenaga untuk menjalani kegiatan-kegiatan yang telah dijadwal. Suasana belajar disana sangat kondusif dan santai. Apalagi tutor- tutor di sana baik dan ramah-ramah, sehingga suasana belajar tidak tegang dan para siswa dapat menikmati asyiknya belajar sambil
becanda ria. Materi- materi yang diberikan pun tidak rumit tapi berbobot dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari para remaja. Siswa dilatih untuk berani berpendapat dan menanggapi masalah remaja saat ini. Par atutor juga membimbing bagaimana menjadi remaja yang tetap Syar’i di era globalisasi seperti sekarang ini.
Tapi ngintip-ngintip nih ada juga lho yang tidak memperhatikan materi tapi malah tiduran di belakang dan bermain hp. He..he…nakal juga yach! Dari sana juga para siswa banyak yang mendapat pengalaman lucu loh! Salah satunya pengalaman para siswi gelombang pertama ketika mendapat materi di Aula. Mereka malah bermalas-malasan berbaring di lantai. Ukhti-ukhti tentor yang membina pada saat itu tahu dan datang menegur mereka. Namun sepertinya teguran itu pantas disebut sebagai sebuah nasehat. Betapa tidak, ukhti- ukhti itu tidak sekalipun mengucapkan kata-kata pedas namun bahasa haluslah yang mereka gunakan untuk menegur para siswi. Bisa dibayangkan betapa malunya siswi-siswi tersebut dan mereka langsung duduk sebagai mana mestinya sambil tersenyum-senyum malu.
Ketika malam tiba di hari pertama, rasa kaget mungkin ada pada sebagian diri siswa-siswi. Bagi mereka yang sudah terbiasa hidup sederhana, mungkin karpet tipis yang menjadi alas tidur bukan menjadi masalah. Namun bagi mereka yang terbisa hidup dalam kemewahan dan kasur empuk sebagai alas tidur, ini jelas menjadi masalah. Di hari pertama saja mereka terus-menerus mengeluh dengan keadaan yang ada dan ingin segera pulang. Pada saat buka puasa pun ada juga siswa yang meminta orang tuanya untuk datang membawakan makanan buka puasa dari rumah dengan alasan tidak cocok dengan sayur yang dimasak oleh pihak pondok.
Di sinilah sebenarnya letak pembelajaran yang sangat beharga bagi mereka untuk bisa memilih dua pilihan, akan terus bergantung pada orang tua atau menjalaninya dengan penuh kemandirian, kesederhanaan, dan kesabaran.
Menurut penuturan Ustadz Zakaria, selaku Kepala Pendidikan disana, kemandirian seseorang tidak bisa terbentuk dalam waktu yang cukup singkat. Dengan tiga hari saja belum cukup untuk membentuk kemandirian seorang siswa. Namun jika ada kemauan dan niat, bukan tidak mungkin dalam waktu singkat itu mampu dapat mengubah pola hidup yang manja menjadi mandiri dan penuh tanggung jawab.
Serangkaian kegiatan di ponpes mulai dari bangun tidur, sahur bersama, shalat jamaah, pemberian materi, ziarah kubur,dan kegiatan lainya sebenarnya merupakan suatu kesatuan agar siswa-siswi dapat merasakan indahnya kebersamaan antar sesama. Dan khusus untuk kegiatan ziarah kubur, pihak pon-pes menegaskan bahwa tidak ada unsur kemusyrikan sama sekali. Hal ini hanya untuk mengenang jasa-jasa ulama dan mengingatkan kita bahwa nantinya akan kembali kepada Allah, jadi diharapkan para siswa tidak menyebarkan berita negatif agar tidak terjadi fitnah. Dengan pesantren ini diharapkan dapat mengubah pola hidup siswa-siswi yang terlalu mewah dan tentu saja untuk menambah keimanan mereka terhadap Islam.
Sebuah pelajaran yang sangat beharga bagi hidup mereka. Dan inilah yang harus mereka ingat dan mereka bawa kemanapun melangkah, sebuah kemandirian hidup.
Jika kalian takut mengikuti seleksi karena membayangkan soal-soal yang akan diujikan seperti soal-soal dalam olympiade matematika atau fisika, berarti kalian salah besar. Seleksi program pertukaran pelajar ini tidak sesulit seperti yang dibayangkan. Pada tes tahap I, yaitu tes tulis, kita akan diberikan 100 soal pengetahuan umum dan 20 soal bahasa Inggris. Ditambah dengan membuat karangan argumentasi dengan judul yang sudah disediakan oleh kakak-kakak volunteers. Karena seleksi ini menggunakan sistem gugur, maka siswa yang telah gagal dalam tes tahap I tidak dapat lagi mengikuti tes tahap selanjutnya. Siswa yang telah lolos tes tahap I selanjutnya harus mengikuti tes tahap II yang terdiri dari wawancara kepribadian dan wawancara bahasa Inggris. Kalian tidak perlu takut menghadapi wawancara bahasa Inggris karena waktunya relatif singkat, sekitar 20 menit dan bahasa Inggris yang digunakan hanya bahasa Inggris sederhana yang umum digunakan dalam percakapan sehingga mudah kita pahami. Sebenarnya yang lebih penting dalam sesi wawancara ini adalah wawancara kepribadian. Di sini semua yang menyangkut diri kita dikorek habis-habisan, mulai dari sifat, keluarga, teman, masalah-masalah dan pengalaman sulit yang pernah kita hadapi, serta bagaimana karakter kita yang sebenarnya. Karena pada dasarnya Yayasan Bina Antarbudaya tidak hanya mencari anak pandai tetapi mereka mencari anak-anak yang memiliki kepribadian baik dan menarik karena pada akhirnya mereka akan
dituntut untuk hidup dan berinteraksi dengan orang asing. Jika kita telah lolos tes tahap II maka kita akan dipanggil untuk mengikuti tes tahap III yang diselenggarakan di chapter masing-masing. Untuk siswa Blitar tes dilaksanakan di Malang bersama-sama dengan siswa dari berbagai kota dan kabupaten yang bergabung dengan chapter Malang, seperti Malang, Madiun, Kediri, Magetan, dsb. Tes tahap III ini adalah dinamika kelompok. Pada tes ini kita diwajibkan bekerjasama dengan orang-orang yang belum kita kenal. Kita diberi sebuah permasalahan dan kita disuruh menyelesaikannya, misalnya saja kita diberi alat dan bahan seperti kertas lipat, spidol, sedotan, gunting, dan selotip, lalu kita diberi waktu 30 menit untuk membuat barang yang bernilai ekonomis dan dapat dijual dari bahan-bahan tersebut. Dari sinilah kemampuan kita dalam menghadapi masalah dan bekerjasama dinilai. Jika kita telah lolos tes tahap III maka formulir kita akan langsung diseleksi ke tahap berikutnya, yaitu tahap nasional. Inilah taha IV dari perjalanan seleksi yang panjang. Setelah dinyatakan lolos tes tahap IV maka kita seakan semakin dekat dengan mimpi kita, tetapi perjalanan belum berakhir karena masih ada serangkaian tes untuk menentukan program yang akan diikuti. Ada dua jenis program yang bisa kita ikuti, yaitu short program, misalnya Jenesys dan year program, seperti AFS dan YES. Perbedaan mencolok kedua jenis program tersebut hanya terletak pada jangka waktunya saja, biasanya untuk short
program adalah 2 minggu atau 3 bulan, sedangkan untuk year program adalah 11 bulan. Tetapi tetap saja tujuan utama dari kedua program tersebut adalah sama, yaitu luar negeri. Khusus untuk year program, kita harus merelakan waktu 1 tahun untuk cuti sekolah yang nantinya tetap harus kita tempuh setelah kita kembali ke tanah air. Ini berarti kita akan menghabiskan waktu 4 tahun di SMA, walaupun demikian ini tak sebanding dengan pengalaman luar biasa yang akan kita alami selama belajar di negeri orang. Seperti pengalaman yang dialami oleh kakak kita Kak Ninuk yang sekarang sedang menuntut ilmu di New York, tepatnya di Voorheensville High School. Berbeda dengan di Indonesia, pelajar Amerika tidak memakai seragam saat ke sekolah, mereka bebas memakai baju dan alas kaki apapun, yang terpenting adalah mereka nyaman ketika belajar. Di sekolah mereka ada bermacam-macam matapelajaran, sama seperti di sini, tetapi yang berbeda adalah siswa bebas memilih minimal 7 kelas akan mereka ikuti sesuai dengan minat dan kegemaran mereka. Ada banyak macam pilihan matapelajaran, yaitu science, math, english, spanish, france, US history, healt, physocology, biology, food course, dan masih banyak lagi. Lagipula sekolah Amerika menerapkan sistem moving class dengan sekitar 25-30 murid per kelas, jadi setiap murid harus pindah dari kelas satu ke kelas yang lain pada tiap pergantian jam sesuai dengan kelas yang telah mereka pilih. Siswa Amerika juga tak perlu
“Belajar di luar negeri? Mustahil…!!!” Siapa bilang? Pasti kalian sudah sering mendegar pepatah “Nothing impossible in this life, tak ada yang tak mungkin dalam hidup ini”, begitu juga dengan belajar di luar negeri, khususnya bagi pelajar SMA karena Yayasan Bina Antarbudaya telah bekerja sama dengan AFS (American Field Service) untuk memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia agar dapat merasakan indahnya pengalaman hidup dan belajar di luar negeri baik untuk short program maupun year program. Yayasan Bina Antarbudaya sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba yang mengkondisikan agar anak-anak Indonesia berprestasi dapat memperoleh kesempatan belajar di luar negeri. Setiap tahun Bina Antarbudaya mengadakan seleksi untuk menjaring siswa-siswa terbaik karena secara langsung siswa-siswa ini akan terbang ke luar negeri sebagai duta Indonesia yang membawa nama baik Indonesia di dunia internasional. Oleh sebab itu perlu seleksi ketat untuk memilih yang terbaik di antara yang baik. Program student exchange ini diperuntukkan kepada semua siswa Indonesia yang masih belajar di SMA. Tentu saja kita siswa-siswa SMASA juga boleh berpartisipasi, bahkan kita boleh bangga karena hampir setiap tahun SMASA selalu mengirimkan siswa terbaiknya untuk program ini. Seperti tiga kakak kita yang sekarang sedang menjalani masa menuntut ilmu di Negeri Paman Sam selama kurang lebih satu tahun. Pastinya kita juga memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di luar negeri seperti mereka. Salah satu caranya adalah dengan mengikuti seleksi yang diadakan Bina Antarbudaya yang baru-baru ini telah menetapkan 4 siswa SMASA sebagai kandidat student exchange selanjutnya. Wow… Salute to SMASA…!!!
Berbicara mengenai seleksi program student exchange, sekolah kita telah bekerjasama dengan Yayasan Bina Antarbudaya Chapter Malang untuk mengadakan seleksi bagi siswa SMASA dan SMA lain di kota dan kabupaten Blitar yang ingin mewujudkan mimpinya. Ada empat tahap seleksi, seleksi pertama dan kedua adalah seleksi tahap awal dengan cakupan terbatas pada Kota Blitar, seleksi ketiga adalah seleksi di tiap-tiap chapter, dan Blitar termasuk ke dalam chapter Malang, dan seleksi keempat adalah seleksi nasional yang akan langsung ditangani oleh Bina Antarbudaya pusat di Jakarta.Pertama kali mendaftar kita akan mendapat formulir panjang yang harus diisi sesuai dengan petunjuk. Walaupun demikian ada persyaratan-persyaratan khusus bagi peserta yakni pada saat mendaftar belum berumur 17 tahun dan masih duduk di kelas X. Mengapa demikian? Program student exchange ini adalah program yang sangat besar sehingga dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan semua hal termasuk calon siswa. Jadi, walaupun kita mengikuti seleksi pada tahun 2007, dan kita lolos, kita akan tetap diberangkatkan pada 2008-2009. Selain itu tidak ada persyaratan lain yang bersifat mengikat. Jadi, siapa saja bisa mengikuti seleksi ini, tanpa melihat dia pandai di kelas, mahir berbahasa Inggris, atau justru ahli remidi, asalkan masih duduk di kelas X maka berhak ikut dan punya peluang yang sama.
Al Qur’an… Kitab suci yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi umat manusia dan menjadi pedoman hidup bagi mereka yang ingin mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al Qur’an diturunkan tidak hanya untuk suatu umat atau satu abad. Akan tetapi diperuntukkan seluruh umat manusia dan berlaku sepanjang masa.
Al Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW secar4a berangsur-angsur dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Selama 13 tahun diturunkan di Makkah dan selama 10 tahun diturunkan di Madinah. Jumlah surat di dalam Al Qur’an yakni 114 surat dengan rincian 86 surat Makkiyah yang diturunkan di Makkkah dan 28 surat Madaniyah yang diturnkan di Madinah. Selain itu dalam Al Qur’an terdapat 6.236 ayat, 74.437 kata dan 325.345 huruf dimana setipa huruf-huruf tersebut mengandung 10 kebaikan bagi orang yang membacanya.
Salah satu contoh kandungan Al Qur’an yaitu tentang 5 prinsip hidup bagi setiap mukmin yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 2-4 yang berbunyi :
“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (yaitu) orang yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizky yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yakin akan adanya akhirat”.
Lima prinsip yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah bahwa setiap mukmin wajib percaya kepada yang ghaib, yaitu kepada Allah dan para malaikat-Nya. Percaya kepada wahyu yang diturunkan Allah. Percaya adanya akhirat, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizky yang telah dianugerahkan oleh Allah.
Di samping lima prinsip tersebut, Al Qur’an juga mengandung pokok-pokok masalah tentang manusia, masyarakat, kehidupan sosial ekonomi, politik, sejarah, hukum-hukum, prinsip-prinsip disiplin, kerja keras, dan lain-lain. Karena mengandung begitu banyak hal, maka Allah telah menetapkan Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi segenap umat manusia di dunia.
Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman hidup hanya dapat dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh orang yang mau mempelajarinya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Oleh sebab itu, belajar Al Qur’an merupakan kewjiban bagi setiap mukmin, begitu juga mengajarkannya sebagaimana yang pernah Rasulullah tegaskan.Selain itu, Rasulullah SAW juga menekankan kepada umatnya untuk memperbanyak membaca Al Qur’an sebagaimana sabda Beliau,”Perbanyaklah membaca Al Qur’an di rumahmu. Sesungguhnya di dalam rumah yang tidak ada orang yang tidak membaca Al Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah”.
Membaca, berusaha memahami kandungannya dan mengajarkan Al Qur’an (bagi orang yang sudah mampu), merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dengan cara meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungan dari Al Qur’an, maka Allah akan memberi jaminan bahwa setiap mukmin tidak akan tersesat dan akan meraih kebahagiaan, baik kebahagian di dunia maupun di akhirat.
Demikianlah pedoman hidup umat Islam berdasarkan Al Qur’an. Wahyu Allah yang diturunkan-Nya kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW yang harus bisa kita pelajari. Mudah-mudahan dengan mengamalkan pedoman hidup dan mampu mengaplikasikan isi dan maknanya dalam kehidupan sehari-hari, kita akan mendapat kebahagiaan dan selalu diberkahi oleh Allah SWT.
Amin, ya robbal ‘alamin………………
Kalau tahun lalu acaranya adalah APRES SMASA XVI, maka di tahun 2008 ini gilirannya SBC VI, SMASA BAND COMPETITION. Acara yang diadakan sejak tahun 1996 ini berselang dengan APRES 2 tahun sekali. Gantian gitu… Dan acara yang menjadi agenda 2 tahunan OSIS SMA Negeri 1 Blitar ini adalah sebagai ajang adu bakat kawan- kawan kita pecinta musik band.
Minggu, 23 Maret 2008. Di hari yang tidak terlalu terik ini, suara alunan keyboard, genjrengan gitar, dan gedebug drum sudah terdengar sejak pukul 08.00 pagi. Ko pagi amat? Maklumlah, pesertanya banyak, takut ga cukup waktunya. Peserta kompetisi band ini tidak datang dari Blitar aja lho! Ada juga band-band dari luar kota, dari Kediri dan Tulungagung. Karena memang acara ini diperuntukkan kepada pecinta musik band se-Karisidenan Kediri. Jadi, ada 28 band yang tampil hari itu.
Sebagai panitia acara, OSIS dan beberapa siswa-siswi kelas X dan XI yang sudah mempersiapkan acara jauh-jauh hari sebelumnya. Bekerja sama dengan sponsor utama dari salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia, paniti bekerja keras dan membuktikan kekompakan mereka untuk kesuksesan acara ini. Sebuah dekorasi yang mencerminkan kolaborasi antara pihak sponsor dan panitia telah menyulap Aula Sasana Krida menjadi sebuah gedung yang penuh warna dengan peralatan musik dan soundsystem yang menanti para pemainnya.Aula Sasana Krida yang berkapasitas ±1000 orang ini pun telah dipadati oleh ratusan penonton. Bukan berarti cuma anak-anak muda yang menggandrungi musik band aja yang datang ke acara ini, tapi juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang ikut nonton lho! Terbukti kan kalau acara ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tidak terbatas usia.(Hehe…). Dengan tiket seharga 10.000 rupiah kita bisa menikmati acara kompetisi band plus kartu perdana dari pihak sponsor.Sebagai presenter adalah kakak dari pihak sponsor. Acara dibuka pukul 08.15, dan sebagai band pembuka adalah Triple-X Band, dengan membawakan 2 buah lagu. Karena memang setiap band peserta dituntut untuk memberikan penampilan terbaik mereka lewat 2 lagu itu yang bebas dipilih oleh band peserta.
Semakin siang semakin penuh saja rasanya gedung itu. Satu demi satu band peserta memamerkan kelihaian mereka bermain musik Ada band yang tampil dengan gaya yang nge-rock abis, sampai band yang menampilkan lagu-lagu kalem. Ada pula band yang membawakan lagu karya mereka sendiri. Pokoknya mereka tampil all out.
Ajang ini sendiri memperebutkan piala bergilir dari Ketua DPRD Kota Blitar, trophy dari pihak sponsor, dan uang tunai. Dari 28 band peserta, akan diambil 3 pemenang, 1 band favorit, dan 5 best player. Band Favorit dipilih langsung oleh para penonton yang datang di acara ini. Bukan dengan jalan kirim sms, tapi dengan memasukkan potongan tiket di kotak yang telah disediakan oleh panitia. Potongan tiket dimasukkan ke kotak yang diberi nomor sesuai nomor urut tampil band peserta. Dan dari perhitungan potongan tiket yang ada di kotak itulah akan dinobatkan 1 band sebagai band favorit.Pukul 12.30 siang acara break sebentar untuk memberikan kesempatan sholat Dzuhur. Dan pukul 01.00 dilanjukan kembali, karena masih ada setengah dari keseluruhan band peserta yang belum tampil. Meskipun di luar sedikit gerimis tapi di dalam Aula Sasana Krida yang penuh oleh penonton ini mampu menciptakan atmosfer yang berbeda. Orang-orang yang memenuhi gedung ini masih semangat. Karena selain menikmati alunan musik dari band peserta, acara ini juga diselingi oleh permainan-permainan yang behadiah souvenir dari pihak sponsor. Ada yang bisa jawab pertanyaan yang diajukan presenter, langsung dapat bingkisan. Ada pula yang sampai nekat untuk bernyanyi dan bergaya bak vokalis band terkenal untuk mendapatkan souvenir dari pihak sponsor itu. Seru kan?
Lantas gimana ya komentar penontonnya? “Menurutku, acara ini bisa dibilang sukses ko, meskipun da sedikit kekurangan, tapi dilihat secara keseluruhannya bagus ko!”, komentar salah satu penonton.Tidak hanya itu, ada guest star juga lho! Sore hari setelah semua band peserta selesai tampil, sementara para juri merapatkan hasil kompetisi band. Penonton yang memenuhi Aula Sasana Krida dihibur oleh band bintang tamu, yaitu Brigade ‘07 dari kota Malang. Penampilan Brigade ‘07 sangat menghibur para penonton yang cemas dan penasaran menanti pengumuman hasil kompetisi itu. Suasana yang tegang kembali mencair diiringi alunan lagu dari Brigade ‘07.Pukul 05.10 sore, dewan juri akhirnya memberikan keputusannya. Revolution Band dinobatkan sebagai juara pertama SMASA Band Competition VI.(Congratulation ya!) Dikuti oleh ABCDE Band sebagai juara 2, dan Pastel sebagai juara 3. Sedangkan dari penghitungan potongan kupon, kita dapatkan juara favorit tahun ini adalah Super Babies. 5 Best Player yang terpilih yaitu, Best Guitar dari Revolution Band, Best Bass dari Super Babies, Best Vocal dari Candy Band, Best Keyboard dari SPN, dan Best Drum dari Pastel Band. Untuk semuanya selamat ya! Akhirnya acara hari itu selesai pukul 06.00, setelah secara langsung Bapak Samanhudi, Ketua DPRD Kota Blitar menyerahkan piala bergilir kepada Revolution Band sebagai juara pertama. Dilanjutkan penyerahan hadiah kepada pemenang-pemenang yang lain. “Lega banget acaranya sukses dan berjalan lancar. Alhamdulillah.. Persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari ternyata ga sia-sia. Seneng banget. Harapanku ja, semoga SBC tahun-tahun berikutnya makin sukses dan lebih baik dari tahun ini.” tutur Rahmat Andri(XI.IA.5) selaku ketua panitia dengan wajah cerah.
Ugh senengnya! Apalagi dari pihak sekolah pun menyatakan bahwa SBC VI merupakan even paling sukses diantara even-even sebelumnya, karena manajemen serta apresiasi dari luar yang baik. SBC VI masih menjadi yang terbaik dari SBC tahun-tahun sebelumnya.
Nah, itu tadi secuil informasi seputar SMASA Band Competition VI yang ditulis D’s Pers. Selamat juga untuk para panitia penyelenggara acara ini atas kesuksesan acara ini. Semoga acara SBC bisa berlanjut kedepannya. Amin…